3 Ciri Ibu Hamil Saat Melahirkan yang Perlu di pahami Suami

Proses persalinan menjadi momen yang mendebarkan bukan hanya bagi sang istri tetapi juga bagi sang suami.

Momen kelahiran tidak hanya membutuhkan kewaspadaan seorang suami, tetapi suami harus memahami karakter pasangannya saat ini.

Mengapa demikian? karena dalam beberapa kasus kehadiran pria bahkan berakibat fatal karena wanita menjadi semakin galak.

Hal ini dikarenakan sang suami kurang memahami karakter pasangannya.

Momen melahirkan juga di alami oleh seorang ibu bernama Mutiara Putri Ananda yang membagikan pengalaman melahirkan di dampingi suaminya beberapa waktu lalu melalui live Instagram Haibunda.

Mutiara mengatakan dia merasa lebih nyaman dengan suaminya hanya memegang tangannya daripada mengucapkan kata-kata penyemangat yang akan terdengar aneh bagi Mutiara.

“Artinya ibu Mutiara adalah tipe kinestetik, jadi dia lebih nyaman di sentuh atau di peluk.

Berbeda dengan tipe visual atau auditori, yang membutuhkan dorongan yang berbeda,” kata bidan Chandra Dwi Fitriani, yang juga di kenal sebagai bidan Ochan, beberapa waktu lalu.

Penting bagi suami untuk memahami karakter wanita saat melahirkan.

Ketika pria dapat memahami karakter wanita, emosi keduanya tetap terhubung, sehingga memberikan perasaan tenang pada wanita selama proses melahirkan.

Menurut Bidan Ochan, setidaknya ada tiga tipe istri atau calon ibu saat melahirkan yang perlu di pahami suami.

Karakter Ibu Hamil

Karakter Ibu Hamil tersebut antara lain:

1. Tipe Kinestetik

Seorang calon ibu yang kinestetik akan senang jika suaminya di dorong oleh sentuhan fisik.

Hal yang sama di temukan Mutiara, cengkeraman suaminya lebih dari cukup di bandingkan dengan kata-kata yang hanya membuatnya tidak nyaman.

Suami yang memiliki istri dengan karakter tersebut dapat memberikan pelukan, pijatan, dan ciuman saat mendampingi istrinya saat melahirkan.

2. Tipe visual Ibu Hamil

Ibu hamil dengan karakter visual lebih suka di dorong oleh suaminya dalam bentuk sugesti atau afirmasi positif dengan membayangkan hal-hal yang indah.

Misalnya, kata-kata semangat dari seorang suami mungkin seperti, “Ayo sayang, si kecil harus secantik kamu sayang.

3. Tipe Pendengaran

Dapat di katakan bahwa ibu auditori ini merupakan kebalikan dari ibu tipe kinestetik.

Karena dia lebih nyaman dengan suara saja. Bahkan mungkin tidak nyaman untuk di sentuh. Menurut bidan Ochan, hal ini bukan tidak mungkin karena karakter setiap ibu sangat unik.

Tipe auditori ini dapat menarik kekuatan dan antusiasme dari energi afirmasi positif ayah.

Misalnya melalui Murottal, melalui musik atau melalui Ayah, yang terus berbicara dengannya. Misalnya: “Ayo bunda bisa, kamu sudah berjuang selama ini, kita pasti bisa. Si Kecil akan lahir sehat dan bangga memiliki ibu sepertimu.”

Apapun dukungan bapak saya, kata Bidan Ochan, semuanya harus di tunjang dengan ilmu yang cukup.

Ayah dan ibu harus saling mengenali karakter dan beradaptasi satu sama lain untuk memudahkan kelahiran si kecil.

Luangkan waktu setiap saat untuk mengenal pasangan lebih baik, bunda.

Hingga kemesraan semakin terbina sejak hamil hingga melahirkan, bahkan hingga si kecil beranjak dewasa tetap dalam asuh keluarga yang hangat.

Nah anda termasuk karakteristik ibu yang mana ?

Semoga bermanfaat artikel berikut ini ! Baca juga artikel lainnya mengenai : Suku Bunga

Leave a Comment